Profil bank dunia dan IMF

PROFIL BANK DUNIA DAN IMF (International Monetary Fund)

Disusun guna memenuhi tugas ujian tengah semester

Mata Kuliah Praktek Akuntansi 3

Disusun Oleh:
Selva Pristian N
NIM A210090158

 

JURUSAN PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2012

Bank Dunia (bahasa Inggris: World Bank) atau biasanya disebut juga dengan International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) merupakan sebuah lembaga keuangan internasional yang menyediakan pinjaman kepada negara berkembang untuk program pemberian modal.

Tujuan resmi Bank Dunia adalah pengurangan kemiskinan. Dengan cara memberi bantuan pada negara-negara yang tergolong negara miskin dan sedang dalam keadaan ekonomi yang tidak stabil, dalam hal ini negara-negara berkembang. Fokus Bank Dunia terhadap negara-negara berkembang ini dalam hal pendidikan, pertanian, dan industri. Pinjaman dari Bank Dunia ini tentunya diikuti dengan syarat-syarat yang berlaku dan cenderung merugikan negara peminjam kredit. Misalnya, jika suatu negara mendapatkan pinjaman dari Bank Dunia, negara tersebut harus tunduk dan rela kebijakan ekonomi dan lainnya dicampuri oleh pihak Bank Dunia.

Menurut Articles of Agreement Bank Dunia (sebagaimana telah diubah, efektif sejak 16 Februari 1989) seluruh keputusannya harus diarahkan oleh sebuah komitmen untuk mempromosikan investasi luar negeri, perdagangan internasional, dan memfasilitasi investasi modal.

Bank Dunia berbeda dengan Grup Bank Dunia (World Bank Group), dimana Bank Dunia hanya terdiri dari dua lembaga: Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) dan Asosiasi Pembangunan Internasional International Development Association (IDA), sementara Grup Bank Dunia mencakup dua lembaga tersebut ditambah tiga lagi. International Finance Corporation (IFC), Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), dan International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID).

Pengoperasian Bank Dunia dijaga melalui pembayaran sebagaimana diatur oleh negara-negara anggota. Aktivitas Bank Dunia saat ini difokuskan dalam bidang seperti pendidikan, pertanian dan industri. Bank Dunia memberi pinjaman dengan tarif preferensial kepada negara-negara anggota yang sedang dalam kesusahan. Sebagai balasannya, pihak Bank juga meminta bahwa langkah-langkah ekonomi perlu ditempuh agar misalnya, tindak korupsi dapat dibatasi atau demokrasi dikembangkan.

Bank Dunia didirkan pada 27 Desember 1945 setelah ratifikasi internasional mengenai perjanjian yang dicapai pada konferensi yang berlangsung pada 1 Juli22 Juli 1944 di kota Bretton Woods. Markas Bank Dunia berada di Washington, DC, Amerika Serikat. Secara teknis dan struktural Bank Dunia termasuk salah satu dari badan PBB, namun secara operasional sangat berbeda dari badan-badan PBB lainnya.

Keanggotaan Bank Dunia

Saat ini organisasi Bank Dunia memiliki anggota sebanyak 184 anggota. Semua anggota organisasi keuangan Bank Dunia itu merupakan pemegang saham di Bank Dunia. Jika suatu negara ingin menjadi anggota Bank Dunia, negara tersebut haraus bergabung dulu dengan organisasi keuangan internasional Dana Moneter Internasional atau International Monetery Fund (IMF). Ukuran besaran saham yang dipegang suatu Negara sama dengan saham yang ada di IMF. Besaran saham yang ada di Bank Dunia dan IMF bergantung pada ukuran atau kemajuan ekonomi suatu negara anggota Bank Dunia.

Jika menjadi anggota organisasi keuangan Bank Dunia, semua anggota Bank Dunia mempunyai kewajiban untuk membayar iuran wajib. Iuaran wajib sebuah negara pada Bank Dunia ini setara dengan 88,29% dari jatah suatu negara yang dibayarkan pada organisasi Dana Moneter Internasional atau IMF.

Selain biaya wajib yang dibayarkan anggota pada Bank Dunia, anggota Bank Dunia pun wajib untuk membeli saham Bank Dunia, minimal 6 % saham Bank Bunia. Pembelian saham Bank Dunia ini harus dibayar dalam bentuk Dollar dan mata uang nagera pembeli saham Bank Dunia. Hitungannya, 0, 60 % pembelian saham Bank Dunia dibayar dengan menggunakan mata uang Dollar Amerika Serikat dan 5, 40 % dibayar dengan mata uang lokal negara tersebut.

Organisasi keuangan internasional Bank Dunia ini dipimpin oleh seorang presiden. Presiden Bank Dunia ini berasal dari negara yang memiliki saham terbesar di Bank Dunia, yaitu Amerika Serikat. Presiden Bank Dunia ini memiliki wakil-wakil yang tergabung dalam dewan gubernur Bank Dunia. Ada 5 negara yang memiliki sahan terbesar di Bank Dunia, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, dan Jepang. Mengenai dana operasional, organisasi keuangan internasional Bank Dunia memperoleh dana dari negara-negara dengan nilai ekonomi yang tinggi dan dari penerbitan obligasi di pasar modal dunia.

 

Bank Dunia

Logo Bank Dunia

Pembentukan 27 Desember 1945
Jenis Organisasi internasional
Badan hukum Perjanjian internasional
Tujuan Pemberian pinjaman
Lokasi Washington, D.C., AS
Keanggotaan 187 negara (IBRD)
170 negara (IDA)
Presiden Robert Zoellick
Jim Yong Kim (terpilih)
Organ utama Dewan Direksi
Organisasi induk Grup Bank Dunia
Situs web www.worldbank.org

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IMF, lembaga yang nama panjangnya International Monetary Fund adalah sebuah lembaga keuangan yang dibentuk sebagai mitra ekonomi internasional, yang dapat meningkatkan kerja sama moneter internasional antara negara anggotanya yang kini berjumlah 181 negara. Sekarang lembaga ini berpusat di Wasingto DC , Amerika Serikat.

IMF berdiri dari hasil pertemuan (konferensi) Bretton Words, sebuah kota kecil di wilayah New Hampshire, Amerika Serikat, Juli 1944. Lembaga ini menjadi pasangan IBRD (Internasional Bank for Reconstruction and Development) atau yang sering disebut sebagai bank dunia.

Tentu saja antara IMF berbeda dengan IBRD yang lebih memusatkan diri pada pembangunan ekonomi. Sedangkan IMF mempunyai tugas untuk menggalang kehadiran suatu sistem moneter international, menjaga kestabilan nilai tukar, membantu neraca pembayaran, serta memberikan jasa konsultasi dan kolaborasi terhadap persoalan moneter.

Mulanya, IMF beranggotakan 39 negara. Semua negara tersebut merupakan negara-negara yang sedang mengalami krisis ekonomi sebagai akibat perang dunia kedua. Maka kehadiran IMF pada waktu itu menjadi semacam dewa penolong yang akan membantu memecahkan persoalan ekonomi negara-negara anggotanya tersebut.

IMF berpusat di Washington, AS. Tepatnya di 19th Street, Washington. Disamping itu mempunyai kantor kecil di beberapa negara, seperti di Paris, Geneva, Tokyo, juga di PBB. Ada 2.200 staf yang bertugas, yang sebagian besarnya di kantor pusat. Mereka yang berasal dari 121 negara termasuk Indonesia itu, berperan dan melakukan analisa terhadap perkembangan moneter di seluruh negara anggota.

Kini IMF mempunyai 181 negara. Dari setiap negara anggota ini IMF menghimpun dananya, yang kemudian disalurkan kepada negara anggota yang membutuhkan. Penentuan jumlah sumbangan negara anggota ditetapkan kuotanya, yang setiap lima tahun sekali ditinjau ulang. Semakin tinggi atau semakin makmur sebuah negara semakin tinggi kuota yang harus disumbangkan.

Dalam perjalanannya, IMF banyak mendapat kritik maupun kecaman. Itu dikarenakan kebijakan-kebijakan atau “advis” yang diberikan IMF terkadang dinilai “norak”. Misalnya apa yang pernah disarankan kepada pemerintah Indonesia untuk menaikkan harga BBM beberapa tahun lalu. Saran itu adalah “solusi” yang dilemparkan IMF untuk menekan pengeluaran pemerintah. Lembaga ini lupa, bahwa kenaikan BBM akan diikuti dengan kenaikan biaya transportasi, yang pada akhirnya bisa menaikkan harga-harga barang. Maka yang kemudian menjadi korban adalah rakyat kecil.

IMF pernah juga dikecam sebagai alat kapitalis untuk meyakinkan bahwa kekuatan ekonomi tetap pada negara-negara industri maju. Pengecamnya ini kerap menyinggung-nyinggung soal penolakan IMF untuk membantu Pemerintahan Sosialis Allende di Chili. Tapi kemudian, IMF dengan cepat membantu penggantinya yang pro-barat yakni diktator Penochet. Mereka juga mencatat bahwa IMF bersikap murah hati terhadap rejim apartheid tahun 1970-an dan 80-an.

Kritik yang muncul juga sering diarahkan pada kebijakan IMF yang terkadang cukup “merepotkan” anggotanya. Misalnya, syarat-syarat yang kerap diberlakukan IMF sebagai imbalan bantuan finansial yang diberikannya. Hal ini dikenal dengan istilah “penyesuaian struktural”, yang meliputi finansial dan ekonomi, seperti devaluasi mata uang, pertumbuhan yang disebabkan ekspor, penekanan upah, pembatasan kredit serta juga liberalisasi perdagangan.

Kritik-kritik itu tentu tidak berlebihan kalau kita merujuk pada akibat yang terjadi sebagai dampak “kebijakan” IMF. Di Thailand misalnya. Seperti ditulis Kompas edisi 10 Oktober 1997 lalu, ratusan ribu pekerja kehilangan pekerjaan sekarang ini. Hal itu terjadi sebagai dampak langsung dari syarat yang diberlakukan IMF terhadap Pemerintah Thailand dalam menyelesaikan persoalan yang menimpa sejumlah lembaga keuangan di sana. Lebih dari 150 lembaga keuangan bermasalah, harus ditutup.

Ternyata persoalannya tidak sampai disitu. Ada kebijakan lain yang juga membuat Thailand kalang kabut. IMF meminta pemerintah Thailand mengurangi anggarannya. Saran IMF ini menyebabkan macetnya sejumlah proyek. Pemerintah pun terpaksa mengurangi sejumlah belanja lainnya termasuk menaikkan gaji pegawai negeri.

Kenyataan tersebut menyebabkan terjadinya uang ketat, hilangnya kesempatan pihak swasta yang menjadi mitra kerja, dan lain sebagainya. Yang disesalkan, IMF tidak memberikan sinyal-sinyal peringatan buat Thailand terhadap krisis yang bakal terjadi. Tapi hal ini dibantah oleh Direktur Pelaksana IMF, Michael Camdessus. “Kami memberikan peringatan kepada Thailand sejak bulan Nopember 1996, tetapi tidak dilakukan langkah perbaikan yang mendasar,” kata Chamdes ketika pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Hongkong September lalu seperti dikutip Kompas.

IMF mempunyai sejumlah peran. Dalam peran ini, khususnya berhubungan dengan peran konsultatif, IMF bertugas mengingatkan, memuji, menyampaikan saran apa yang harus dilakukan oleh negara anggota saat terjadinya kondisi ekonomi yang memburuk. Saran-saran atau advis ini akan secara otomatis diberikan IMF saat ekonomi suatu negara mencapai titik “sakit”. Misalnya, saat transaksi berjalan melampaui ambang bahaya yakni sekitar tiga persen dari Produk Domistik Bruto (PDB). Meski begitu, IMF tidak punya wewenang untuk campur tangan secara langsung dalam perekonomian sebuah negara anggota.

Keanggotaan IMF sangat luwes dan tidak terikat. Setiap negara anggota boleh saja mengundurkan diri dari keanggotaan. Indonesia adalah salah satu negara yang pernah mengundurkan diri, namun kemudian bergabung kembali. Disamping Indonesia, juga ada Cekoslowakia, Polandia, juga Kuba. Namun pada akhirnya, negara-negara itu memilih bergabung lagi. Kecuali Kuba, yang tetap pada pendiriannya untuk tidak lagi menjadi anggota IMF.

 

Dana Moneter Internasional

Pembentukan Diadopsi: 22 Juli 1944 (67 tahun lalu)
Mulai berlaku: 27 Desember 1945 (66 tahun lalu)
Jenis Organisasi Ekonomi Internasional
Kantor pusat Washington, D.C.
Amerika Serikat
Keanggotaan 185 Negara (Pendiri); 187 Negara (Kemudian)
Bahasa resmi Inggris, Perancis, dan Spanyol
Managing Director Christine Lagarde
Organ utama Dewan Gubernur
Situs web http://www.imf.org

 

 

Markas bersar Dana Moneter Internasional

 

Di ambil dari berbagai sumber

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s