jenis jenis aroma

PENGETAHUAN TENTANG HARUMAN

Parfum adalah salah satu hal yang disebut Rosulullah sebagai kecintaannya di dunia ini. Industri parfum mengalami kemajuan pesat sejalan dengan perkembangan Alkemi, cikal bakal Ilmu Kimia yang tumbuh subur di tengah peradaban  Islam sejak zaman Bani ‘Umayyah dab ‘Abbasiyah. Parfum berbahan mentah tiga jenis: hewan, tumbuhan(khususnya bunga), dan sintesis. Banyak orang tentu terkejut setelah tahu bahwa hewan kecil manis seperti berang-berang berperan penting dalam industri parfum, atau kelenjar perut rusa jantan tak bertanduk (musk deer) bermafaat memperkuat aroma wewngia.

Kini pemakiaian hewan sangat dibatasi demi kelestariannya. Namun, tak ada salahnya mengetahui asal muasal wewangian sintetis tertentu dan peran hewan dalam penciptaan parfum.

 

AMBERGIS:
Bahan ini berasal dari sperma ikan paus yang terlepas di saat kematiannya. Karena itu, pemanfatannya tidak membahayakan hewan yangsangat dilindungi ini. Ambergis sebagai penguat wewangian yang mudah menguap. Ambergis  lebih ringan dari air, mengapung bebas dilautan. Benda ini dikumpulkan di tengah laut atau diambil setelah tersapu ke tepi pantai. Setelah benda ini dikeringkan bau amisnya akan hilang dan berubah menjadi ambergis.
CASTOREUM:
Salah satu bahan baku wewangian ini berasala darisepasang kelenjar dalam tubuh berang-berang. Si kelenjar menghasilkan minyak yang melindungi bulu berang-berang dari pengaruh perubhan cuaca.
Hewan ini pernah tersebar banyak di Eropa, tapi kini hanya ditemukan di Amerika Utara dan Rusia. Berang-berang diburu pada bulan Janauari saat bukunya paling bagus. Castoreum adalah penguat terbaik parfum dan dipakai larutan alkohol. Bahan ini terutama dipakai pada wewangian pria.

 

MUSK:
Dalam dunia parfum musk adalah sekresi aroma yang diproduksi kelenjar perut rusa jantan tak bertanduk(musk deer). Rusa ini hidup di Asia Tengah dan di Pegunungan Himalaya.
Untuk mencegah kepunahan hewan langka  itu, perburuan dan ekspornya dilarang keras. Orang lantas menangkar rusa jenis ini, lalu mengoperasi dan mengabil kelenjarnya. Setelah operasi selesai, rusa itu dilepas kembali. Sulitnya memperoleh musk asli mendrong para pembuat parfum berpaling juga ke musk sintetis. Harganya pun lebih murah.

 

CIVET (KESTURI):
Spesies kasturi yang dipakai dalam duni parfum berasal dari barat daya Etiopia. Hewan ini punya kantong perut berbentuk bulan sabit, yang terletak didekat alat vitalnya. Kantong perutnya menghasilkan viverreum, substansi kental berwarna kecoklatan beraroma keras. Namun setelah diolah menjadi parfum, kesan sensual dan kehangatanlah yang terasa.

Hubungan antara bunga dan parfum tampak begitu erat saat ini. Namun, penggunaan bunga sebagai bahan mentah parfum  tidak tercipta dalam semalam. Dibutuhkan imajinasi tinggi dan keahlian untuk menangkap kompleksitas dan keajaiban yang dikandung tumbuhan.

 

MAWAR:
Di antara bayak bunga, mawar jelas menyuguhkan aroam yang sangat disukai para pecinta parfum sejak 3000 tahun yang lalu. Pujangga Homerus dari Yunani menulis tentang minyak mawar hasil celupan bunga mawar ke minyak zaiyun yang dioleskan Aphrodite (dewi cinta, kesuburan. Dan kecantikan ) ke butuh Hector (putra raja Troya).
Dari ratusan spesies mawar, hanya dua jenis mawar yang dijadikan bahan parfum. Yang pertama, Rosa centifolia­ – dikenal sebagai mawar may atau provence – tumbuh di Grasse dan Maroko. Sedangkan yang kedua Rosa damascena, tumbuh di Bulgaria dan Turki.
Mungkin sukar dibayangkan, perlu 2,5 ton bunga mawar untuk memproduksi 1pon esens aromanya. Aroma mawar terkandung daam parfum Joy dari Jean Patou dan parfum Paris Dari Yves Saint Laurent.

JASMIN (MELATI):
Bunga ini sangat dikenal dikalangan pembuat oarfum di Grasse, Prancis. Bunga jasmine atau melati berasal dari Persia dan Asia Tengah dan dibawa ke Prancis sekitar tahun 1560 oleh para pelaut Spanyol. Pada tahun 1930-an, beberapa parfum memuat sekitar 10% esens jasmine murni. Namun, konsentrasi ini sekarang menurun hingga 1-2%. Bunga jasmine dipakai secara luas di industri parfume. Tak ada parfum yang dapat dikatakan sempurna tanpa campuran esens jasmine didalamnya.

LAVENDER :
Menyerupai mawar, tapi kadar keromantisannya kurang. Memancarkan aroma higenis bak deterjen dan sabun mandi, bunga ini sangat jarang dipakai dalam industri parfum modern.

 

 

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s