tata cara makan

TATA CARA MAKAN DAN  MINUM NABI SAW

  1. A.    Tata Cara Makan

Seringkali yang mendominasi dalam diri kita adalah hawa nafsu, elihat makanan seabreg-abreg menghabiskan semuanya untuk mengisi perut. Setelah makan masih ingin makan lagi. Akibatnya, berpuasa terasa menyiksa diri kita sendiri. Padahal begitu banyak cara islami yang bersikap ma’ruf terhadap makanan. Meskipun makanan adlah benda mati, tetapi itulah sempurnanya Iaslam terhadap benda matipun kita harus beradap. Dengan cukup cerdas, kita bisa mengambil kesimpulan apalagi terhadap makhuk hidup.

Bagaiman Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita tata cara makan yang baik untuk kesehatan kita? Berikut ini panduan lengkap tata cara makan ala Rosulullah SAW.

  1. Tidak Berlebihan

Rosulullah saw menganjurkan umatnya untuk makan secukupnya dan tidak berlebih-lebihan, baik dalam jumlah maupun variasi makanan. Beliau tidak pernah makan, kecuali jika sudah merasa lapar dan berhenti sebelum merasa kenyang. Rosululah SAW bersabda, “Kami adalah satu kaum yamg tidak makan sebelum lapar dan jika kami makan terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).” (HR Bukhari dan Muslim)

 

Beliau mengibaratkan orang-orang yang makan secara berlebihan dengan perbandigan bahwa orang-orang Mukmin diibaratkan makan dengan satu usus. Sedangkan orang-orang kafir makan dengan perbandingan tujuh kali lipat orang mukmin. Rosulullah SAW bersabda, :Orang-orang mukmin makan dengan satu usus dan orang kafir makan dengan tujuh usus.” (HR Bukhari dan Muslim).

 

Makan secara berlebihan memberikan efek buruk bagi aktifitas kita. Setelah makan yang banyak, kita cenderung menjadi malas bergerak dan beraktifitas, bahkan ingin cepat tidur. Makan berlebihan juga cederung membuat kita terkena resiko gemuk. Kenal dengan istilah obesitas dan overweight? Ini adalah kondisi berat badan berada di atas normal. Orang yang overweight juga cenderung menjadi minder dan kesusahan dalam meurunkan berat badannya.

  1. Tidak mengonsumsi makanan panas dan dingin sekaligus

Rosulullah SAW juga melarang kita mengonsumsi makanan panas dan dingin sekaligus. Makanan panas dan dingin akan membuat badan bekerja secara berlawanan. Akan tetapi justru hal inilah yang paling sering kita lakukan. Kita memakan makanan seperti bakso, mie ayam, batagor, dan segala menu makanan yang pans-pans. Serelah itu, kita minum dengan minuman yang dingin. Tanpa sadar kita telah merusak tubuh kita sendiri.

Selain itu makanan yang terlalu panas dan terlalu dingin dapat merusak gigi. Gigi sebagai organ tubuh yang pertama bersebtuhan dengan makanan akan bekerja ekstra menerima suhu makanan yang ekstrem masuk ke mulut. Makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin membuat kerusakan pada email gigi, apalagi jika dilakukan secara terus menerus menjadi sebuah kebiasaan.

  1. Tidak mengonsumsi makanan darat dan laut secara bersamaan

Rosulullah SAW  melarang makan makanan darat dan laut sekaligus dalam satu kali menu makanan karena mendatangkan penyakit. Ilmu pengetahuan modern ternyata bisa menyingkap rahasia tersebut. Hal ini dibenarkan para ilmuwan yang ahli pada bidangnya. Contoh makanan dart dan laut adalah daging ayam dan ikan laut. Para ilmuwan membetulkan bahawa dalam daging ayam terdapat ion positif dan pada ikan terdpat ion negatif. Jika dalam menu makanan kita, yam bercampur dengan ikan akan terjadi reaksi biokimia yang dapat merusak usus.

  1. Tidak makan sambil berdiri

Makan dalam posisi berdiri lebih buruk dari pada minum sambil berdiri. Posisi berdiri bukanlah posisi yang tepat untuk makan, kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu yang tidak memungkinkan makan sambil duduk. Saat berdiri tubuh kita berada dalam kondisi siaga seperti kontraksi otot-otot anggota gerak. Akibatnya makanan yang masuk kedalam lambung tidak akan dicerna dengan sempurna.

Begitu besarnya perhatian Rosulullah SAW dalam soal tata cara makan sehingga bersabda, “Janganlah sesekali seseorang di antara kalian minu dengan berdiri. Siapa saja yang lupa hendaknya memuntahkannya,” (HR Muslim)

  1. Membagi perut menjadi 3 bagian

:Tidaklah serang anak Adam mengisi sesuatu yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang pungggungnya; dan jika dia harus mengerjakannya, sepertiga untuk minumnya, dan seprtiga untuk nafasnya.” Tidak baik jika perut hanya berisi makanan. Karena itu, dikhir hadist tersebut Rosulullah memberikan anjuran bijak, yaitu membagi perut menjadi tiga bagian. Mengisi perut hanya untuk makanan akan berakibat buruk. Perut yang hanya berisi makanan tentu tidak menyisakan bagian untuk minuman dan udara. Ini cukup membahayakan diri tanpa disadari menjadi pemicu munculnya berbagai macam penyakit: gula darah, stroke, depresi, kegemukan atau obesitas. Penyakit itu semua timbul karena tidak bisa mengukur pola makan dan minum dengan baik serta berlebihan dalam makan dan minum.

  1. Mencuci tangan sebelum makan

Secara ilmu kesehatan bahwa mencuci tangan sebelum makan sangat bermafaat untuk membersihkan kuman-kuman yang menempel pada tangan. Setelah melakukan begitu banyak aktifitas dalam kehidupan sehari-hari, tangan kita perlu dibersihkan dari segala kuman-kuman dan bakteri, dan media yang tepat adalah air. Hingga diharakan ketika tangan berinteraksi langsung dengan makanan sudah dalam keadaan bersih.

  1. Mendahulukan makan daripada sholat ketika makanan sudah terhidang

“Apabial makan malam sudah dihidangkan maka mulailah dengan makan malam dan janganlah tergesa-gesa sampai dia selesai makan malam”.

Tidak mungkin kita melakukan 2 hal sekaligus. Karena itu Islam memberikan fiqih prioritas bahwa ada hal yang harus didahulukan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s